Pemerintah Inggris baru saja memutuskan untuk mengambil alih British Steel ke tangan negara. Langkah ini diambil agar perusahaan tersebut tetap beroperasi dan menjaga kemampuan industri baja yang dianggap vital bagi keamanan nasional. Keputusan tersebut langsung menuai reaksi keras dari China.
China menilai langkah nasionalisasi ini sebagai tindakan yang tidak perlu dan berpotensi merusak iklim investasi. Bagi mereka, British Steel merupakan aset penting yang sebelumnya sudah dikelola oleh perusahaan China. Reaksi ini muncul karena nasionalisasi dianggap mengabaikan peran investor asing dalam menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.
Dari sisi teknologi, keputusan ini punya dampak yang lebih luas. Baja dari British Steel sering digunakan dalam proyek infrastruktur energi terbarukan seperti turbin angin dan kerangka panel surya. Jika produksi terganggu, rantai pasok komponen teknologi hijau di Eropa bisa ikut terpengaruh, terutama proyek yang sedang digenjot untuk target net zero.
Latar belakang nasionalisasi ini juga terkait dengan ketegangan geopolitik yang semakin meningkat. Inggris ingin memastikan sektor strategis seperti baja tidak sepenuhnya bergantung pada pemilik asing, apalagi di tengah persaingan global di bidang manufaktur canggih. Langkah serupa pernah dilakukan negara lain ketika menyangkut industri yang dianggap krusial bagi pertahanan dan inovasi.
Bagi pelaku industri teknologi di Inggris, situasi ini membawa ketidakpastian jangka pendek. Beberapa perusahaan yang bergantung pada pasokan baja lokal mungkin harus mencari alternatif impor, yang berpotensi menaikkan biaya produksi perangkat keras dan infrastruktur data center. Namun di sisi lain, nasionalisasi juga bisa membuka peluang bagi pengembangan teknologi produksi baja yang lebih ramah lingkungan di dalam negeri.
Reaksi China menunjukkan bahwa isu ini bukan sekadar soal satu perusahaan baja. Ia mencerminkan bagaimana negara-negara besar kini semakin berhati-hati dalam mengizinkan kepemilikan asing di sektor yang berkaitan dengan teknologi dan ketahanan ekonomi. Ke depan, kita mungkin akan melihat lebih banyak kebijakan serupa di negara lain ketika menyangkut industri dasar yang menopang inovasi digital dan energi bersih.






